Come Back

1 Comment

Oi Oi Oi

Entah apa yang membuat saya membuka blog ini kembali setelah berbulan – bulan (bahkan mungkin satu tahun) saya tidak membuka blog ini. Seperti di post saya sebelumnya dimana saya menyatakan diri untuk pamit dari “rumah” ini dan mencoba di beberapa “kontrakan” baru dengan “cara hidup” yang baru juga pastinya. Namun, entah kenapa rasanya saya kok pingin buka blog ini saat ini. Sebenarnya dari kemaren – kemaren saya ingin buka blog ini, tapi saya nggak berani, entah kenapa. Mungkin saya malu, malu atas tulisan dan foto – foto saya yang sepertinya ngimchil banget.

Akhirnya, pada suatu malam saya disadarkan oleh sebuah sms dari nomor yang tidak saya kenal yang ternyata dia adalah salah satu awak majalah Bikers Freak, dimana dia yang sedang mencari foto para pesepeda yang pernah (atau sedang) berkeliling dunia secara tidak sengaja terdampar pada salah satu posting blog saya, dimana saat itu saya sedang menceritakan kisah seperempat hari saya bersama Daisuke Nakanishi dan Chris Roach di tulisan ini. Tulisan yang sudah lama itu ternyata ada manfaatnya buat orang lain yang membutuhkan. Setelah cas cis cus yang intinya dia minta ijin buat minta beberapa foto saya, akhirnya saya kirim email beberapa foto mereka ke dia. Sesuatu banget 🙂

Saat itu juga saya jadi semakin sadar akan semangat berbagi di dunia perbloggingan ini. Entah apa pun isinya, meski pun isi blog kita seperti lutis atau rujak yang isinya macam – macam, tetapi kalo apa yang kita ceritakan dengan tulisan dan gambar itu bisa berguna buat segelintir orang, dan meski ditulis dengan gaya se- kimchil apa pun, it’s fine. 😀 minimal punya semangat berbagi itu sudah cukup kalo buat saya, entah kalo buat anda sekalian teman – teman di dunia maya yang saya hormati 🙂

Saya teringat pesan salah satu wartawan KOMPAS yang saya ketemui di salah satu workshop tentang penulisan di Jogja, Gesit Ariyanto,

“Semua hal yang menarik tak pasti penting, dan semua hal yang penting tak pasti menarik”

Advertisements

Naik Delman Mbah Priyo

1 Comment

Saya tak tahu kapan terakhir kali saya naik andong.. mm…tapi kalo di inget – inget, mungkin saat saya TK dulu di Pemalang. Dan Kemaren Lusa saya Merasakannya lagi. Terimakasih saya ucapkan kepada kin-kin teman saya yang sudah mengajak untuk menemaninya mbuat film pendek dokumenter tentang andong. Pak Priyo yang sudah uzur (80an tahun), menaiki andongnya yang dia beli sejak tahun 1995-an memberikan kenangan tersendiri bagi saya. :). Walo mahal, tapi ingin lagi (kapan – kapan). Uniknya dari mbah Priyo ini adalah bekerja dari pagi sampai jam 11 / 12 siang saja. setelah itu pulang dengan rata – rata pendapatan harian 50 ribu. Kata mbah priyo sih dia bekerja buat senang – senang saja, meskipun beliau terbebani harus membiayai sekolah cucunya yang di rumah (entah dimana orangtua anak itu dan anak mbah priyo -_-“). Semoga beliau terus diberi kesehatan. amin

Oia, biaya untuk keliling malioboro (rute malioboro – alun2 – pasar kembang – malioboro) = 40ribu. bisa ditawar 30ribu. tapi kalo liburan jangan jantungen kalo harganya mencakar dompet anda 🙂

*juga saya Posting di photo blog saya di fotoisme :)*

Tugassss gasss gasss !!!

5 Comments

Januari, februari, maret, april, mei, dan sekarang bulan juni. Wew, sudah sekitar 5 bulan atau sekitar setengah tahun ini saya nggak aktif di blog ini. :(. Jadi ga gi gu mau nulis lagi, bingung mau mulai dari mana. Pinginnya mau njelasin alasan kenapa lama sekali absen, dikit aja deh, :). yang jelas saya “keberatan” dengan nama kampus saya.. :P. alasan yang aneh ya mungkin? tapi memang nyata, saya merasa terbebani dengan nama almamater saya. mungkin karena saya dalam setiap posting di blog ini selalu menyertakan foto, dan dibawahnya baru cerita basa basi yang nggak penting. Saya berpikir kalo saya salah, ada sesuatu yang salah dengan saya. tentang fotografi dan saya setelah saya merasakan sekitar 1 tahun kuliah di sekolah formal foto (ISI jogja). Percaya atau tidak, setelah masuk kampus ini, saya merasa saya malah menjadi semakin bodoh, bukannya pintar. Di kampus kami diberi dasar – dasar tentang sesuatu doank, dan setelah itu, kami dilepaskan untuk membuat seluruh tugas tanpa diberitahu contohnya seperti apa. Tidak semua mata kuliah seperti itu sih, tapi hampir semuanya seperti itu. Itulah yang membuat saya jadi bimbang selama 5 bulan kemaren, setelah saya masuk semester 2 (eh, ketahuan masih mudanya :p). Tapi di akhir Semester ini, setelah tanya, diskusi sana sini, ndengerin ceramah sana sini, dan sedikit bertapa. akhirnya saya menemukan tujuan saya kuliah di sini setelah sebelumnya visi itu hilang entah pergi kemana.

Sekarang saya sudah “cuci muka”. Sebenarnya, di 5 bulan kemaren, banyak sekali pengalaman – pengalaman ajaib yang aku dapatkan dan ingin aku share kan di sini. hampir setiap bulan aku dapat pengalaman ajaib, dan saya merasa sangat menyesal tak bisa menuliskannya di sini :(. selalu saya tunda – tunda, dan akhirnya menjadi basi, dan karena berpikir sudah basi, jadi malas buat nge-post in. yaaahh. Tapi yasudahlah, itu semua cerita lalu. dan saya akan berusaha untuk tidak menoleh ke belakang lagi. saatnya melihat lurus ke depan bukan?

oia, saat ini saya sedang berhadapan dengan Ujian Akhir Semester kedua saya. UAS 1 angkatan saya kemaren gagal total dengan rata – rata NASAKOM! Nasib Satu Koma! hahahaha. apalagi alasannya kalo bukan tidak bisa bangun pagi. hehehe. tapi semester 2 ini lebih baik, meskipun angkatan saya dari total 45an orang menyusut tinggal jadi 30an doank!!! tragisss!!!!

Dan tibanya UAS ini, membuat duid bulanan di kanton tersedot abis. di kampus saya, Ujian tudak seperti kampus – kampus lain yang duduk sesuai nomor ujiannya, dan mengerjakan bebrapa soal ujian, setelah selesai keluar. bukan. di tempat kami, ujian tulis cuma 1 % dari 99% yang semuanya tugas praktek yang dilakukan sebelum UAS. jadi, UAS kerjaannya cuma numpuk portfolio saja.

nah, pembuatan portfolio itulah yang sangat mahal!! karena 1 mata kuliah bisa menghabiskan rata – rata 100 ribu!
Seperti portfolio tugas foto studio 1 yang sudah saya buat di atas. semuanya kira – kira menghabiskan total 85 ribuan. baru satau matakuliah, kalo yang lain gimana, ntar lah, saya hitung – hitung dulu lagi.

tapi, meskipun uang bulanan terkuras buat tugas, tetep semangat!! semangat buat ngutang kanan kiri buat makan :P. HORASSSSSSS!!!!!!

SD Suronatan !!!

5 Comments

Pagi ini saya jalan – jalan ke titik 0 kilometer Jogja. saat mau pulang, saya ketemu rombongan anak SD dari SD Suronatan, jalan beriringan dengan pengawasan guru mereka di depan dan belakang mereka. Setelah saya ikuti, ternyata mereka mau ke museum vedenburg. buat apa ? tentunya buat belajar akan sejarah donk…:). jaman saya SD ndak ada kayak gini…:(

“gandulan” !!!

19 Comments

go to schoolmelihat foto itu, foto yang saya ambil, sebenarnya udah sebulan yang lalu itu, jadi teringat waktu jamannya SD sama SMP dulu. hehehe. Hampir setiap pagi, berangkat dari rumah jam setengah 7 pagi, udah nunggu di pinggir jalan sama temen-temen sekomplek yang sekolahnya kebetulan sama, nunggu angkot. Hampir setiap angkot lewat penuh semua, maklum lah, kan jam sekolah. Lagian dulu, kan saya hidup di kota kecil (Ambarawa), masih jarang yang pake kendaraan waktu berangkat sekolah, masalahnya ekonomi warga rendah. Jadi hampir semua pelajar di sana menggunakan angkot (kendaraan umum) untuk bepergian, termasuk sekolah.

Ya, kalo diinget sih, persis keadaannya seperti apa yang nampak di foto di atas. “gandulan” seperti itu deh. hehehe. Setiap berangkat dan pulang sekolah, selalu “gandulan” kayak gitu. hehehe tapi asik, sumpah, walau sebetulnya itu sangat membahayakan nyawa, hehehehe. 😀

Btw, kangen nih “gandulan” lagi. Sekarang, di Jogja, jarang banget naik angkot atau bis, kalaupun naik bis, itu pun Trans Jogja, :p. Mana bisa seperti itu. hikz…tapi yasudahlah, kapan-kapan kalo pulang kampung, “gandulan lagi ah..heehehehe..:P

Mungkin ada temen-temen yang sampai sekarang masih “gandulan” seperti itu kalo mau berangkat kerja atau sekolah ??? hehehehe…:p

Berapa ya ?? !!!

7 Comments

nenek pedagangKira-kira, nenek yang sedang jualan di Acara sekaten, Alun-alun utara, Yogya, itu pendapatan per harinya berapa ya ??? Sempat terpikir, nenek itu pastinya bukan satu-satunya pedagang di sana. ada ratusan pedagang yang berjualan di acara sebesar sekaten. Kasihan juga melihat nenek yang jualan minuman, cemilan, dan rokok itu. Dimana ya anak-anaknya ?? nenek itu udah sepuh, masih bekerja. huff…Apakah pendapatannya bisa mengihidupi dirinya sendiri ??? semoga…

Pingin Cukur Murah ?? !!!

13 Comments

tukang cukur Mau cukur rambut murah ?? coba deh kalo misal ke Jogja, sempetin ke Alun-alun Selatan, trus di sebelah tenggara kalo nggak salah, ada tempat cukur rambut, hihihihi, coba deh rasain sensasi cukur rambut di bawah pohon seperti foto di atas,foto yang saya ambil belum lama ini, hehehehe. Pasti ajiiib.

Jogja memang tempat pariwisata, tempat cukur seperti itu juga menurut saya menjadi obyek pariwisata tersendiri. Uji nyali. hahahaha. Mesti temen-temen nggak pernah tho, cukur rambut di bawah pohon, trus di tempat terbuka pula, di pinggir jalan, dilihat banyak orang. hihihihihi. Kalo saya sendiri mah, belum punya nyali buat nyoba…hahahahaha…:D

Mungkin ada dari temen-temen yang pernah nyoba potong rambut di tempat seperti itu ??? 😀