Naik Delman Mbah Priyo

1 Comment

Saya tak tahu kapan terakhir kali saya naik andong.. mm…tapi kalo di inget – inget, mungkin saat saya TK dulu di Pemalang. Dan Kemaren Lusa saya Merasakannya lagi. Terimakasih saya ucapkan kepada kin-kin teman saya yang sudah mengajak untuk menemaninya mbuat film pendek dokumenter tentang andong. Pak Priyo yang sudah uzur (80an tahun), menaiki andongnya yang dia beli sejak tahun 1995-an memberikan kenangan tersendiri bagi saya. :). Walo mahal, tapi ingin lagi (kapan – kapan). Uniknya dari mbah Priyo ini adalah bekerja dari pagi sampai jam 11 / 12 siang saja. setelah itu pulang dengan rata – rata pendapatan harian 50 ribu. Kata mbah priyo sih dia bekerja buat senang – senang saja, meskipun beliau terbebani harus membiayai sekolah cucunya yang di rumah (entah dimana orangtua anak itu dan anak mbah priyo -_-“). Semoga beliau terus diberi kesehatan. amin

Oia, biaya untuk keliling malioboro (rute malioboro – alun2 – pasar kembang – malioboro) = 40ribu. bisa ditawar 30ribu. tapi kalo liburan jangan jantungen kalo harganya mencakar dompet anda 🙂

*juga saya Posting di photo blog saya di fotoisme :)*

Fotoisme

1 Comment

Membuat sebuah photoblog sudah “mrimpeni” saya sejak dulu. Sudah beberapa kali pernah buat sih, tapi akhirnya Bubar tengah jalan gara – gara ndak tahu mau dibawa kemana. >.<. Akhirnya, Saya buat juga sebuah photoblog yang semoga benar – benar saya tindak lanjuti. :). Semoga dia berumur panjang. aminnn. mohon doanya…^^
check : fotoisme.wordpress.com

Pawai Muktamar, 1 Abad Muhammadiyah!!!

3 Comments

Kamis, 1 Juli kemaren, saya menyempatkan diri buat menyaksikan pawai taaruf rangkaian Muktamar ke 46 Muhammadiyah di Jogja. Kalo mbaca – baca di berita sih, Sebanyak 5.000 peserta yang berpartisipasi, jalan sepanjang lima kilometer menempuh rute dari Stadion Kridosono – jembatan kewek – Malioboro – Gedung ahmad dahlan. 5.000 peserta itu terbagi dalam 100 kelompok yang melambangkan 100 tahun usia gerakan Islam Muhammadiyah, yang terdiri atas drum band Kepanduan Hizbul Wathan, Tapak Suci, sekolah, perguruan tinggi, prajurit Pakualaman, prajurit berbusana Keraton Yogyakarta, dan berbagai komunitas masyarakat. Pawainya sendiri bertema “Muhammadiyah Menyapa Dunia”.

Dilihat dari pesertanya sendiri. dan rute yang ditempuh, sebelum berangkat, saya yakin kalo pawai ini pasti besar dan megah, dan ternyata prediksi saya benar. Pawai ini mungkin bisa saya katakan sebagai pawai di Jogja terkeren nomor 2 dibawah Jogja Java Carnival yang tahun ini diadakan Oktober esok. :).

“saling menatap” !!!

Leave a comment

Melihat pameran adalah satu kegiatan yang akhir – akhir ini saya biasakan. Pameran apa pun, entah itu lukis, patung, sepeda onthel, dan tentunya pameran foto. Dan saya minggu lalu berkesempatan buat datang ke pameran foto, bertempat di Jogja Gallery (kawasan Alun – alun utara jogja). Pameran itu melibatkan dua fotografer dimana mereka saling bertukar tempat :). jadi ada 2 fotografer, Desiree Harahap (indonesia) dan Marcela Taboada (meksiko), istilah gampangnya yang orang meksiko motret di Indonesia yang orang Indonesia motret di Meksiko. di pameran ini kita bisa melihat perspektif Indonesia di mata orang luar, khususnya Marcela Taboada asal meksiko, dan sebaliknya, melihat perspektif Desiree Harahap di Meksiko sana.

Display / tata letak pamerannya pun diatur sedemikian rupa sehingga menampakkan mereka saling menatap, persis dengan apa tema pameran itu, “Looking Each Other/Saling Menatap”. Dari budayanya, penduduknya, religinya, semua dibandingkan dengan display foto yang dibuat saling berhadapan. kita bisa membandingkan antara budaya meksiko dan budaya Indonesia, dan perbandingan – perbandingan yang lainnya. unik dan menarik buat saya karena saya abelum pernah menyaksikan pameran seperti ini sebelumnya. 🙂

untuk ulasan tentang pameran ini lebih lanjut, baca di sini