Kemaren Jumat (15 Jan), di Stadion Maguwoharjo, Sleman, telah berlangsung pertandingan Liga Indonesia divisi utama, mempertemukan PSS Sleman melawan PSIM Jogja. Pertandingan ini disebut – disebut sebagai partai Derby Jogja karen akedua tim berasal dari satu daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tentunya, sebagai warga Jogja, saya ndak mau ketinggalan donk, meskipun saya masih skeptis sama persepakbolaan Indonesia, tapi pertandingan ini saya sengaja buat datang karena saya prediksiin bakal kisruh. hehehe.

Dengan cukup mengeluarkan uang sebesar 10 Ribu rupiah saja, saya berdiri dengan nyaman di Tribun Selatan bersama pasukan Brajamusti (sebutan suporter PSIM Jogja) mendukung tim kebanggan kota kami ini. Meski setiap detik ada saja kata – kata kasar yang keluar dari mulut penonton, tapi merupakan hiburan juga karena saya bukannya takut, malah tertawa ngakak mendengar setiap umpatan yang mereka keuarkan dari mulut mereka. hehehe.

Namun sayang, pertandingan yang akhirnya berkesudahan dengan skor 1-0 buat tuan ruma PSS Sleman ini sempat rusuh saat keluar stadion. sebelumnya di dalam stadion sempet rusuh juga, tapi cuma sekedar pelemparan botol plastik, sepatu, helm, sampai besi di tribun yang dilemparkan ke arah penjaga gawang PSS Sleman, untung nggak ada yang kena. Lanjutnya, setelah bpertandingan selesai, rombongan Brajamusti yang dipulangkan terlebih dahulu dilempari batu oleh suporter PSS yang asih di dalam kawasan Stadion. Nah..inilah yang saya tunggu – tungguu..:p….sayang, Polisi ternyata sudah mempersiapkannya, sehingga tawuran yang saya harapkan pun tidak terjadi…:P..hihihihihi…..

Advertisements