penjual-arangKemaren Sabtu malam, pas lihat acara termehek-mehek di trans tv, ada suatu hal yang mbuat saya sedih banget. Yah, masa bodoh tuh acara rekayasa atau nggak, tapi mungkin kasus yang ditampilkan di termehek-mehek kemaren sampai saat ini pasti masih ada. Dimana anak yang tidak menganggap lagi orang tuanya karena malu. Gila banget kan ?? Orang tua yang sudah membesarkan kita dari kecil, yang tanpanya, kita tidak akan lahir di dunia ini, orang tua yang ngasih makan kita saat kita di dalam kandungan atau sesudahnya, dan yang dengan hasil keringatnya, mereka membiayai sekolah kita, eh setelah besar, mereka (orang tua) nggak dianggap. Sinting kan ??

Mungkin temen-temen yang kebetulan lihat acara yang dipresenteri Mandala sama Panda kemaren Sabty juga tahu, kalo dalam acara itu ada kasus bapak yang sudah sepuh (tua) mencari anak dan cucunya yang sudah lama banget hilang. Bapak itu pekerjaanya kusir andhong di Jogja. Nah, pas pencarian, akhirnya setelah diselidiki, ternyata anaknya itu udah jadi istrinya orang kaya Jakarta. nah, pas di cari kerumahnya, kata yang menjaga rumahnya, anaknya bersama cucu dan suaminya sedang menuju bandara mau pergi ke jakarta lagi. langsung deh dikejar oaleh tim. Nah, pas disana, mereka bertemu di sebelum pintu masuk bandara. Nah, pas kakek (bapaknnya) itu mendatangi dan memeluk si cucu, eh, si anak itu malah bilang, ” eh !! siapa kamu !!! siapa ?? jangan pegang – pegang anak ku !! aku nggak kenal kamu !!”. Apa nggak gila tuh anak ??!! suaminya juga malah ngebantuin si istrinya, malah narik-narik si kakek biar nglepasin anaknya. ckckckck. Parahnya, kakek itu shock, trus asmanya kumat. Dan dibawa ke rumah sakit. Dan tahu anaknya kemana ?? alih-alih minta maaf dan menjaga sang ayah, dia bersama anak dan suaminya, tetap jadi pergi ke Jakarta. Betapa durhakanya dia.

Yah, banyak faktor mungkin yang mendorong dia (si anak) untuk tidak mau menganggap kakek itu ayahnya. Ingat Legenda Malin Kundang kan ?? setelah kaya, dia malu terhadap pasangannya, entah suaminya atau istrinya, kalo ternyata orang tuanya bepekerjaan sebagai kusir andhong dan miskin. Mungkin temen-temen juga punya pandangan sendiri. tapi, seharusnya tidak begitu donk.. seharusnya kita harus menerima apa saja pekerjaan orang tua kita, asalkan itu halal. walaupun pekerjaannya seperti foto di atas, sebagai penjual arang di suatu pasar.

Bukan begitu teman-teman ???

Advertisements