“Malam ini harus dapat foto!!” Empat kalimat itu selalu ada dikepala saya setelah selesai dari diklat jurnalistik (DJ) di Fakultas Teknik UGM tadi sore.

Hmm..perasaan tertekan nggak bisa dipungkiri lagi setelah mendapat tugas untuk mencari foto headline buat tugas diklat yang setiap kelompok harus membuat satu halaman koran itu. setelah dipusingkan di hari pertama dengan tugas membuat berita yang harus ada narasumbernya (wawancara), kali ini tugasnya jadi semakin berat, yaitu membuat lay out koran !! huff…jelas pusing, karena kami mesti “kejar tayang” dalam penggarapannya.

Bayangin aja deh, pada hari pertama kami diberi tugas individu untuk membuat berita dengan metode wawancara dengan waktu yang terbatas sekali. Tugas baru kami dapat setelah selesai diklat yang di hari pertama baru selesai jam 5 sore, sedangkan berita nantinya harus ditumpuk jam 1 siang untuk bisa diedit oleh kelompok dan dikumpulkan ke panitia jam setengah 4 sore. Gila nggak?? Sulit deh dijelasin dengan kata-kata, jadi coba bayangin aja sendiri deh…bakal pusing pastinya.:p

Lalu dihari ketiga ini, kami diberi tugas lebih parah lagi, yaitu mengedit tulisan kami yang sudah dikoreksi oleh KOMPAS dan tulisan itu nantinya dimasukkan ke lay out koran yang sudah kami buat. Mau tahu jangka waktu yang diberikan ?? kami selesai diklat sore tadi jam 4 sore, dan baru rapat setelah itu untuk menentukan lay out. Ternyata susahnya setengah mati !!!! lebih puyeng daripada ngitung matematika !! (alah…lebay…:p)

Karena tulisan yang saya buat di tugas hari pertama nggak layak muat, jadi dengan berbesar hati saya mesti terima tulisan saya tak dimuat di koran kelompok yang kami beri nama KARYO (Kabar Yogya). Tapi, karena di redaksi kelompok saya menjadi fotografer, jadi saya masih punya kesempatan buat menyumbang sesuatu buat KARYO, meskipun itu dalam bentuk foto. Hehehehe. Kan lumayan, foto saya jadi headline !!! wkwkwkwk

Nah, tapi karena itulah yang menjadi beban buat saya. Karena nantinya foto saya jadi headline, foto yang saya buat nantinya bakal menjadi sorotan utama (alah :p), kan ukurannya besar sendiri dan di tengah-tengah pula, jadi pastinya foto saya dilihat pertama oleh pembaca. Nah, karena itu foto yang saya buat mesti bagus, nggak boleh malu-maluin.

Tadi malam, saya hunting ke Jalan Malioboro, berharap ada peristiwa yang turun dari langit yang nantinya bisa saya potret dan bisa saya muat di koran saya. Dan thanks God, saya melihat ada beberapa pengamen jalanan yang dikerubungi oleh orang-orang. Pengamen jalanan itu berbeda dengan pengamen lainnya. Mereka ada 6 orang, cowok semua, dengan membawakan lagu-lagu dangdut dan campur sari mereka mendendangkannya dengan musik dangdut koplo. Hahaha..menghibur sekali. Nah, ide buat menjadikan peristiwa yang sedang terjadi waktu itu untuk dijadikan headline koan terlintas, langsung saja saya jepret.

Aksi pengamen jalanan yang sedang menghibur pengunjung Malioboro, di depan Mal Malioboro, Jumat (6/2). Mereka mengibur pengunjung dengan emndendangkan lagu-lagu dangdud dan campursari yang sedang hits.

Aksi pengamen jalanan yang sedang menghibur pengunjung Malioboro, di depan Mal Malioboro, Jumat (6/2). Mereka mengibur pengunjung dengan emndendangkan lagu-lagu dangdud dan campursari yang sedang hits.


Hmm..setelah puas menjepret dan mendengarkan lagu yang mereka tampilkan saya melanjutkan perjalanan. Nggak jauh dari tempat pengamen tadi, tepatnya di kawasan ketandan, saya menjumpai gang khusus, Oh God..saya lupa, bukannya tanggal 5-9 bulan ini ada Tiongkok Festival ??!! akh !!! Jam waktu itu sudah menunjukkan angka 10 yang berarti waktu tidur masyarakat. Dengan sedikit harapan, saya jalan menyusuri gang itu, “aduh….kok nggak ada yang menarik ya ??!!”. Dan samapailah saya di ujung gang. Di sana, saya lihat ada sebuah panggung kecil yang di sana sedang dipenaskan wayang golek Tiongkok. Biasanya disebut wayang Po Tay Hee !!! “Aha !!! otak nakal saya pun menangkap situasi pada saat itu, lansung deh saya dekati, trus jeprat-jepret sambil mikirin judul dan caption yang pas buat foto ini. dan dapet !!! hahahaha….setelah selesai foto, sebentar menikmati wayang yang sejenis opera dalam versi wayang golek ini, hihihihi, ternyata wayang tiongkok tuh bagus dan lucu juga, hik hik.
Pementasan wayang Po Tay Hee di kawasan Ketandan, Jln. Malioboro, Yogyakarta, Jumat (6/2). Pementasan wayang itu dalam rangka pekan budaya Tiongkok  IV yang diselenggara-kan dari tanggal 5 – 9 Februari.

Pementasan wayang Po Tay Hee di kawasan Ketandan, Jln. Malioboro, Yogyakarta, Jumat (6/2). Pementasan wayang itu dalam rangka pekan budaya Tiongkok IV yang diselenggara-kan dari tanggal 5 – 9 Februari.


Akhrinya dapat dua, hmm..tapi bagus yang mana ya buat diampilin di Headline koran KARYO besok ??? temen – temen ada saran tak ???? :p

Advertisements