Hari Ini, Hari Bersejarahku

Leave a comment

diusir dari kelas..akirnya ku cuma bisa mbaca papan pengumuman di depan kelas..huff...lelah deh

diusir dari kelas..akirnya ku cuma bisa mbaca papan pengumuman di depan kelas..huff...lelah deh

Siang tadi, Jogja nggak kayak biasanya. Siang – sore yang biasanya berhawa ‘sumpek’ karena cuaca mau hujan, hari ini jadi puanas buanget. Aneh banget.

Seharusnya waktu yang kayak gini biasanya aku manfaatin buat solo hunting ke suatu tempat. Sudah ada beberapa tempat yang aku incar sebenarnya. Kota Gede, Terminal Jombor, sama alun-alun selatan dan utara merupakan beberapa tempat yang udah ku incer. Tapi, karena hari ini ada suatu hal yang ‘spesial’, jadi aku mengurungkan niat buat go hunting.

’emang kejadian apa si yang kamu maksud?’..mau tau? Aku nggak boleh ikut ujian mata kuliah dasar logika jack tadi siang! ‘Lho, emang kenapa kalo nggak ikut ujian??’..adududu,ku ceritain ni..

Jadi begindang ceritanya..
Aku ujian akhir semester dari tanggal 5-15 januari tahun ini, 9 mata kuliah diujikan, total ada 22 SKS. Dari 9 mata kuliah itu, Aku cuma ujian 2 mata kuliah aja, dan itu pun hari pertama (5 Jan). Tanya kenapa?? Lagi-lagi ini atas hasil jerih bodohku. Aku kan jarang masuk kuliah, bahkan dari pertengahan bulan November sampai Akhir Desember aku nggak pernah masuk sama sekali. Mending TA (Titip Absen), aku jarang banget titip absen, ya karena kebodohan yang sudah melekat pada mentalku, aku cuek bebek ama absensi. Yawda, aku nggak bole ikut ujian gara-gara absensiku kurang dari 75% keberangkatan. Huff.

Parahnya, targetku seharusnya aku bisa ikut 5 mata kuliah, ternyata cuma halusinasi. Tiga hari terakhir ni kupikir aku bisa ikut ujian, tenyata NGGAK! selasa sampe kamis ini aku tenyata nggak bisa ikud ujian. Selasa-

aku belajar sebelum ujian. ( satu hal yang sia - sia !!!)

aku belajar sebelum ujian. ( satu hal yang sia - sia !!!)

rabu aku seharusnya bisa ikut, tapi ya seperti apa yang ku post di 2 hari sial melulu kemaren, kebodohanku njerumusin aku nggak ikut ujian lagi, trus hari ini paling parah. ‘kok?’..jelaz..dateng pagi kekost temen buat belajar, eh udah PD abis masuk kelas buat duduk dibangku suci itu,buat ujian, tapi pas liat bangkuku kok ada yang aneh..Kenapa bangkuku nggak ada soalnya?? Padahal bangku yang laen ada..aku tanya ma pengawas..’pak, kok saya nggak dikasih soal ya?’.. Nggak pake mengeluarkan sepatah kata pun bapak itu nyodorin tu absensi..oH God..namaku nggak ada jack! Alias nggak bisa ikut Ujian..walah walah! Akhirnya, keluar kelas..mutung..hahahaha..hari yang indah!

Tapi yang sepesial tu, berarti aku cuma ikut ujian pas pembuka uas aja tgl 5 januari kemaren..huwakakaka..sebuah rekor yang indah diawal tahun ini.
Iya si, aku nggak sendiri dalam menanggung penderitaan ini. Tenyata banyak jack yang cuma ikut ujian 1-3 kali aja, bahkan ada yang nggak penah ikut ujian satu pun..lha uwedan..wakakaka

Aku pun tanya-tanya, cari informasi, aku baru tau, buat ngulang, aku kudu mbayar per SkSnya. Rp 65.000,- /sks, jadi karena aku bakal ngulang 18 sks, jadi aku kudu ngeluarin duid Rp 1.170.000,- ..huwakakaka..betapa indahnya hidup ini!
Hari ni hari benar-benar hari bersejarahku!!

Advertisements

Malioboro at Night

Leave a comment

malioboro at night

malioboro at night


Dari siang sampai malam kemaren (selasa,13Jan), hujan nggak henti-henti juga. Agak emosi juga karena aku sudah lama nggak hunting gara-gara cuaca yang nggak bersahabat. Padahal kemaren itu aku punya rencana buat solo hunting ke Malioboro lagi. Kok kesana lagi? Bukanya sudah ya seperti apa yang dipost sbelum posting ini? Mmm..iya si emang aku kemaren senen udah kesana tapi yang membuatku kesana tu aku pingin nampilin wajah malioboro di sore hari dimana waktu sore menurutku adalah orgasmenya malioboro,hehehe..

Aku nungguin ujan reda sambil mbaca majalah gratisan dalam format pdf yang ku download lewat internet. Nama majalahnya exposure, mungkin temen-temen yang suka buka situs fotografer.net, pastinya tahu majalah apa ini. Aku waktu itu mbaca yang edisi 5. Secara nggak sengaja, aku nemuin sesuatu judul yang mbuat aku interest banget. Ya apalagi kalo nggak street photography.

Yap, dalam majalah yang ku baca itu, dalam rubrik ‘be inspire’, aku mendapat suatu pelajaran yang penting banget dalam street photography. Yaitu, EXPERIMENTAL DAN BERANI KELUAR DALAM CUACA APAPUN !! Rasanya kata-kata dari penulis yang kebetulan tinggal di Jerman itu langsung nusuk jiwa dan ragaku. Beuh..akhirnya aku memutuskan buat malam ni, aku mau hunting!!

Serasa dijatuhi ide dari langit, aku mendapatkan inspirasi tentang apa aja yang mesti aku lakuin. Dalam sistem kerja otakku waktu itu, aku memutuskan untuk akhirnya mencoba merekam wajah Malioboro dimalam hari, disaat toko-toko mau tutup dan para pedagang kaki lima yang berkemas-kemas merapikan barang dagangannya. Yap,it’s great idea menurutku. Bukannya apa yang aku buat nanti adalah ‘lawan kata’ dari apa yang aku foto kemaren senen pagi, saat aku malah merekam wajah Malioboro saat Pagi hari dimana masih sedikit aktivitas manusia di sana.

Nggak beberapa lama, sekitar jam 7 malam, hujan reda, aku pun mempersiapkan alat-alat buat hunting nanti.
Canon 450 D ku kali ini kusandingkan dengan lensa EF-S 50 mm f/1.8 II. Karena akan memotret malam hari yang pastinya sedikit cahaya, jadinya aku butuh lensa yang punya bukaan lebar, makanya aku milih lensa normal ku itu dibanding yang lain.

Next, setelah isi perut dengan makan omlet dirumah, aku cabut dan sampai di sana sekitar jam 8.15. Aku memakirkan motorku kali ini lagi-lagi bertolak belakang dengan waktu hunting pagi Senen kemaren, dimana kemaren malem aku parkir deket rel kereta api (stasiun Tugu).

pengangkut

pengangkut

Parkir sekaligus membayar parkir, aku habis itu kepinggir jalan mengamati lalu lalang orang-orang yang punya kepentingannya sendiri-sendiri. Ada yang milih-milih baju, ada yang duduk-duduk saja sambil menikmati suasana malam Yogyakarta, dan banyak lagi yang kalo ku sebutin semuanya, bisa jontor ni bibir, wakakaka.

Hmm..stelah berdiam diri sejenak buat ngeset mata, hatiku, dan pikiranku ke mode On, aku mengeluarkan kameraku, ku jalan dari ujung dan setelah sampai diujung, aku kembali lagi ke ujung dimana aku parkir kendaraan tadi. Dan selama perjalanan dari sabang sampai merauke, trus kembali ke sabang lagi itu aku dapet beberapa gambar yang menurutku sebagai pemula dibidang fotografi, sudah bisa dkatakan cukup.

dinner

dinner


Begini, seperti apa yang aku pelajari dari majalah tadi yang kuceritakan di atas tadi, bahwa kita misal lagi hunting, lihatlah sesuatu disekitar kita yang mendukung, seperti refleksi, pohon, arsitektural, atau lighting, kita harus bisa membacanya, lalu cari angle, bagusnya di apain, itulah sebabnya mata kita ini kudu peka dan telaten sama hal-hal kecil yang terjadi.

Selain aku mengcapture foto suasana Malioboro diwaktu malam hari, aku mendapatkan pula momen dimana

berkemas

berkemas

para pedagang sedang berkemas. Dalam foto pedagang itu aku buat sesuatu yg berbeda, aku memanfaatkan cahaya lampu dan jalanan yang basah sebagai refleksi. Jadi, ketika pedagang dengan gerobaknya itu melewati biasan cahaya itu, ‘jepret’..dapat! Aku dapet momen yang kuinginkan.

menuju cahaya

menuju cahaya

Dalam street fotografi juga kudu bisa memanfaatkan benda-benda mati supaya tampak hidup. Lagi-lagi masalah kepekaan disini yang berpengaruh. Seperti apa yg ku capture dalam foto ‘menuju cahaya’. Perhatikan banget komposisi.

Yap,dan progress dariku adalah aku bisa membuat portraiture yang bìsa dibilang lumayan lah. Lihat fotoku

muka lelah

muka lelah

yang ‘muka lelah’ disamping. Belajar dari kegagalan motret pak tua dulu, sekarang aku bisa membuka percakapan dengan sopan, diselingi becanda, dan akhirnya aku bisa! Yippi

Lihat juga potoku yang ‘waiting’, dimana seorang ibu itu duduk sendirian, dìsampingnya ada helm, sepertinya dia menunggu, dengan background toko tutup yang menurutku mendukung, langsung aja deh ku foto, tapi eits, ku kali ini motretnya dengan cara berbeda. Ku menggunakan live view, kenapa? Ya karena ku kan pake

waiting

waiting

ensa normal, jadi nggak bisa deket kalo pake view finder, istilah jawanya ‘ngetok-ngetoki’, maka dari itu aku mendekat dari ibu itu duduk, lalu dengan pura-pura memotret bangunan (padahal nggak motret), trus pura-pura lihat hasil, nah pada saat lihat hasil ini aku dengan live view motret ibu tadi. Jadi deh,hehe..
Emang dalam motret orang, biar tetep alami dan terasa suasanya candid,kita mesti punya trik-trik khusus, hehe,setuju kan?
gang

gang


Mm..apa lagi ya, ya mungkin itu aja ya yang bisa kuceritain dalam perjalanan hunting malamku di Malioboro.
Ya pelajaran yang bisa ku petik, manfaatkan benda-benda mati yang ada seperti lampu, dinding, tiang, atau pembatas jalan, kadang-kadang tu bisa mempercantik komposisi foto kita.
Oia,satu lagi, jangan takut buat foto pada malam hari! Okay!

Street Live Project By Prasetya Yudha

Wajah Malioboro Pagi Hari

Leave a comment

sign5Pagi itu, cuaca agak mendung, kayaknya mau hujan nih. Yap, hari itu Senen kemaren. Malemnya aku belum tidur karena nonton bola, Milan vs Roma (2-2) ama Barca vs Osasuna (3-2), jadi semalem suntuk nggak memejamkan mata, hehehe. Untungnya, siangnya aku dah hibernasi, tidur 5 jam, jadi impas lah.

Menebus dosaku yang nggak hunting selama 4 hari, aku maksa diriku buat keluar untuk hunting pagi itu, dengan tempat tujuan : Malioboro. Yap, mengapa aku ambil waktu pagi?
1st, karena aku cemas kalau sere ntar itu turun hujan, bisa jadi 5 hari aku nggak ngehasilin poto meskipun itu Cuma satu. Bisa – bisa lupa aku ntar cara megang kamera (wuekz..lebay)
2nd, karena kawasan malioboro tu rame banget kalo menjelang siang, menjelang jam 9 pagi ke atas, pengunjung baik orang Jogja sendiri atau luar Jogja yang lagi liburan di kota ini sudah memenuhi jalanan
3rd, karena pagi tu cuaca berawan, jadi cahayanya soft, nggak keras. Cocok dengan konsep yang aku pilih pada pagi itu.
4th, karena konsep yang aku pilih tu kegiatan penjual dan warga Jogja di malioboro pada waktu pagi hari, dari mempersiapkan barang dagangannya dan sebagainya.

Yippi, karena keempat alasan itu lah yang mbuat aku mtusin diri untuk hunting ke malioboro dengan konsep, street hunting. Hehehe.
Berangkat dari rumah jam 6 pagi, sebelumnya aku sudah menyiapkan ‘gun’ku. Alat – alat yang ku bawa, kamera Canon 450D ku, Lensa Canon EF 28-105 mm f/3.5 – 4.5 III USM, trus filter UV. Sebelum pergi kesana, aku dari rumah sudah punya bayang-bayang, apa aja yang aku ingin potret, dan konsepku tadi aku dah kasih tahu sebelumnya tadi. Intinya motret “aktivitas malioboro pagi hari”

Sampai di Malioboro, sekitar jam 6.15. Aku sempa bingung mencari tempat parkir, tetapi akhirnya aku nekat aja buat markir motorku di depan monomun 11 Maret yang letaknya di seberang kantor pos Besar jogja itu. nggak ada tukang parkir sih, tapi ya kalo takut ilang, ya misiku buat hunting ini bisa kacau. Jadi ya kupercayaan saja pada Yang Di atas.hehehe.

Setelah memarkir kendaraan, aku berjalan dikit – dikit, dengan mataku dan otakku ini yang udah kusetting “PEKA” dari rumah. Selama masa pencarian Obyek ku nggak banyak bicara, bicara kalo Cuma nyapa kalo misal aku lewat orang saja, tetap jaga kesopanan gituh.

Yeah, obyek pertama aku dapet, nggak jauh dari tempatku parkir, aku melihat seorang bapak – bapak yang

take 1

take 1

lagi duduk sendirian. Lingkungan sekitar yang mendukung, ku amati sebentar, cari angle yang bagus, dan jepret, shutter ku berbunyi, take 1 dapet!!

take 2

take 2

Perjalanan aku lanjutkan, dan nggak jauh dari tempat aku motret obyek pertama tadi, aku dapet obyek ke dua. Bukan manusia sih, tapi makhluk hidup yang lain, pohon kelapa. Kok dipoto?? Lihat awannya jack?? Itu yang saya cari. Mataku melihat ada unsur yang menarik antara pohon, pohon disamping kelapa, dan langit yang pas itu dapet biru. Tapi tahu ngak?? Beberapa menit setelah aku motret tuh langit, tiba – tiba langit yang tadi tu dengan cepat banget dah ketutup ma awan. Ckckckck, emang momen tuh cepet banget berlalu ya. tapi yang penting I get 2nd Take..hehehe

Selesai take 2 aku jalan lagi, nyusuri jalan Malioboro. Lalu aku menyapa kakek – kekek yang sedang merapikan karung goni, aku sekelabat aja melewatinya, tapi dijalan aku tiba – tiba berhenti. Berpikir..’sebentar, bukannya kakek-kakek tadi dengan aktifitasnya itu sangat menarik??’, seketika itu juga aku balik lagi ketempat kekek

take 3

take 3

tadi, tapi aku nggak langsung bertanya. Aku duduk di belakangnya dulu tanpa seengetahuanya aku terus memperhatikannya. Tapi, mataku melihat sesuatu yang nggak biasa lagi untuk kesekian kalinya. Diseberang aku duduk, aku melihat ada seorang bapak – bapak dengan sarungnya dia duduk dan menghisap rokok, serasa menikmati pagi yang indah ini. serasa dia menikmati hidup sekali. Tanpa berpikir lama aku mengarahakan kameraku ke bapak tadi, sambil menunggu cahaya pas, ‘JEPRET’, aku dapet take 3.

Setelah dapat take 3 tadi, aku dengan berani mendatangi kakek tadi, trus bertanya beliau, “pak, maaf, saya dari Semarang, lagi liburan., lagi foto-foto, boleh nggak pak saya foto bapak??”, dan dengan senyum yang hangat beliau menjawab “oh, foto, ya silakan, nggak papa, mbok dari tadi saja bilang, saya nggak papa kok,

take 4

take 4

dah banyak yang foto saya, nggak cowok, nggak cewe, tapi kebanyakan seperti sampean, cowok”. Mendengar jawaban itu saya langsung motret bapak itu, tapi karena agak grogi, aku motret beliau yang seharusnya pingin ku jadiin gaya portraiture malah jadi foto ala kadarnya kaya moto orang biasa. Aduuuhh..dudul. Kenapa aku nggak ngarahin bapak tadi untuk begini, begitu biar enak dilihat ya? Aduh..tapi nggak papalah, Take 4 ku ini merupakan kegagalan yang mesti kuperbaiki di kesempatan mendatang.

Kalo lagi motret street photography di suatu kawasan tanpa menyertakan foto kawasan itu rasanya nggak

take 5a

take 5a

afdol deh, makanya, aku waktu itu lihat, tekstur pertokoan yang rasanya bagus juga kalo dofoto dari low angle. Akhirnya aku motret dari 2 tempat, satunya pinggir jalan, dan satunya di depan pertokoan, dan tahu nggak yang ada a dikepalaku
take 5b

take 5b

waktu itu?? aku pingin nunjukin sepi dan lenggangnya Malioboro kalo pagi hari, dan nice!!! Aku dapet momentnya. Acik acik acik. Take 5 dapet!!
take 6

take 6


perjalanan ku lanjutin, dan mataku melihat seorang pedagang yang sedang menata jualannya dikenai sinar matahari, langsung aja ku Kperet tuh bapak, and Take 6 dapat. Ahe!!

take 7

take 7

Tetap menyusuri pertokoan, aku waktu jalan trus menoleh ke salah satu toko yang setengah buka, aku tiba – tiba saja menghentikan langkahku, Kok berhenti?? Aku melihat seorang ibu-ibu yang sedang sarapan trus di atasnya tas-tas yang bergelantungan, so Interest for me guys, langsung aja ku jepret, tapi tau?? Aku Cuma dapet 1 foto, kenapa? Karena setelah aku foto, ibu itu meletakkan piringnya, mungkin sudah selesai makannya. Oh God, aku semakin percaya, betapa cepat golden momen itu!!!! Dengan aku sukses memotret ibu tadi, Take 7 succees!!

Menyusuri jalanan lagi, aku melihat seorang bule yang sedang menunggu soto diseberang jalan dari aku

take 8

take 8

berdiri. Oh yess!!dalam otakku ku dah tahu bakal kuberi apa ni judul, “Menunggu Soto!!”..yap, kujepret aja tuh bule, dan dia sadar kalo difoto, ah shit, walo dapet fotonya, tapi nggak candid/natural. So easy lah, nggak papa, yang penting pesen di take 8 yang ku sampaikan bisa kekirim, yaitu seorang bule yang sedang menunggu soto jadi.

take 9Kayaknya sudah cukup, aku berjalan berlawanan arah yang artinya aku mau menuju tempat dimana aku parkir tadi. Diperjalanan menuju tempayt parkir, aku melihat seorang bapak tua yang mengenakan pakaian yang biasanya dipakai seorang guru. Dalam benakku, “kok kakek itu belum pensiun sih?? Kan sudah tua begitu”, tapi disitu tu uniknya. Akhirnya motret dia deh dengan pose dia lagi nyruput segelas teh. Take 9 dapat.

Sesudah memotret bapak tadi aku memasukkan kameraku ke tas pinggangku. Kurasa pada waktu itu dah

take 9

turis-domestikcukup buat hunting hari ini. berjalan ke tempat parkir tadi, tapi sebelumnya, aku memotret tanda peringatan di deket tempatku parkir yang ku buat semi siluet dalam format B&W, hehehe. Tu fotonya yang ada di paling atas membuka kisahku kali ini.
Aku ambil kunci motor dari saku celanaku, lalu naik, ngeng geng ngeng,,,pulang deh aku ke rumah.

Dalam sesion hunting kemaren senen pagi itu, pelajaran yang dapet aku ambil dalam street photogrphy / human interest kemaren ada beberapa :

1. Tentukan dulu lokasi
‘Mau kemana kita’ adalah hal terpenting, tanpa kita terlebih dahulu mengetahui lokasi mana yang akan kita ambil, itu bisa merusak fokus kita. Pilih mana foto di satu lokasi yang ceritanya kuat apa foto yang diambil dibeberapa lokasi dengan hasil yang sama aja alias nggak begitu kuatceritanya. Ini nih pengalaman pribadi aja. Sekedar sharing.

2. Set Mata dan hati kita pada mode On
Yap, misal mau berangkat hunting Human Interest atau candid atau street photography, mmata dan hati kita tu kudu disetting ke mode oN dulu untuk masalah kepekaan. Tanpa itu, foto kita bakal terasa biasa jack. Ya Cuma sekedar kayak ngambil foto biasa doang. Masak kita mau disamaain ma orang yang Cuma ambil poto biasa..nggak kan?? Mestinya kita mau tampil beda, betul??

3. Jangan berpikir kalo mau minta izin motret portraiture seseorang
Yap, misal mau motret portraiture orang tuh jangan kebanyakan mikir, “tanya nggak ya..mmm”..ah, tu, ntar jadinya malah grogi kayak saya. Ya berani aja langsung tanya, tentunya dengan baik – baik donk dan sopan. Kalau boleh sukur kalo nggak ya cari yang laen.
Kayak pengalamanku motret pak tua dengan karung goninya. Seharusnya aku tu mau motrtt muka/wajah bapaknya aja yang unik, tapi aku grogi, dan gitu deh hasilnya, parah.

Yippi…learning by doing…yap, dengan pengalamanku di pagi itu, aku kudu must better dung buat sesi huntingku selanjutnya.
Salam street world!!!!
mau-kepasar
Hunting Story Project by Prasetya Yudha