Backpackeran Ke Bandung (Part 1)

10 Comments

Liburan semester telah tiba. Setelah berpusing-pusing ria menghadapi Ujian Semester 1 yang GaTot (Gagal Total), akhirnya rencana saya dengan kawan-kawan terlaksana juga.

Saya dan 3 teman saya sekarang sudah ada di atas kereta Ekonomi Kahuripan jurusan Malang-Bandung. Ngetime di Stasiun Lempuyangan dari jam 8 malam, kereta baru datang jam stngah 10.

Sesaat sebelum naik, kami melihat dari luar kereta, ‘kok kosong?’, tapi ternyata apa yang kita pikirkan salah!! Dari luar tak kelihatan kepala, pikir kami tempat duduk kosong, eh ternyata malah tempat duduknya dibuat tidur..hikz. Parahnya lagi, rencana B kami untuk duduk lesehan di gerbong paling belakang sendiri gagal. Karena apa? Karena telah ada penghuninya. Penghuninya adalah Sebuah sepeda motor, buhset dah!!

Akhirnya, tak ada pilihan lain, namanya juga backpackeran, jadi ya harus siap dalam kondisi apa pun. Jadilah kami berempat duduk di depan pintu keluar masuk antara gerbong terakhir dan sebelumnya. Dengan sandal sebahai alasnya, dan tas sebagai guling kami, jadilah kami bener-bener nggembel!!

Sebetulnya kami harus bersyukur, kami tak naik kereta waktu liburan tiba. Misal waktu liburan? Beuh, tak bisa terbayangkan deh. Kata temenku yang sudah pernah merasakan naik kereta ekonomi waktu lebaran, katanya tempat yang kami buat duduk ini dipaksain untuk menampung 20 orang! Buhset dah!! Dia sendiri katanya dapat bagian berdiri di WC selama perjalanan. Gila nggak tuh!!

Tapi yasudah, sekarang kami masih di kereta kahuripan ini. Duduk berempat, memandang pemandangan di luar yang daritadi sawah melulu.

Enjoy our journey, see u on part 2..^^

: : buat tambahan, tiket kereta : 24ribu.

Oia, karena saya posting pake mobile phone, jadi tak bisa upload gambar, nyusul ye,,^^

Tidak Berani Bermimpi !!

2 Comments

Rabu malam kemaren, menyaksikan tim nasional bertanding, rasanya hati ini sedih, tapi juga bangga. Sedih karena tim kita susah untuk mencetak gol untuk menang, dan bangga karena melihat perjuangan anak-anak bangsa yang dengan sangat gigih untuk jatuh bangun menjaga ‘gawang bangsa’ agar tidak kebobolan.

Meskipun hasil 0-0 cukup membanggakan karena lawan yang kita hadapi adalah Tim sekelas Australia, tapi bagiku hasil itu malah mengecewakan.

Aku bukannya kecewa dan tidak menghargai perjuangan anak-anak bangsa yang bertanding di atas lapangan Bung Karno kemaren. Namun, aku kecewa dengan keseluruhan prestasi yang tim kita dapatkan. Dari hasil 2 pertandingan pra kualifikasi Piala Asia 2012 ini, tim kita meraih 2 hasil seri dan kesemuanya didapat dengan skor 0-0. Artinya meskipun kita tidak kebobolan tapi kita tidak bisa mencetak gol, bagaimana mau menang kalo mencetak sebuah gol saja kita tidak bisa ?!

Tolak ukur persepak bolaan negara kita juga harus dilihat dari prestasi tim kita di Turnamen sebelumnya (Piala AFF) dimana kita hanya bisa mencapai semifinal sebelum ditaklukkan Timnas Thailand

Melihat dari hasil kemaren, dimana kita sangat susah untuk mencetak gol dan meraih kemenangan, sebenarnya dimana letak kesalahan Timnas Kita ini?!

Kekalahan 2-0 dari Singapura dikandang kita menjadi tamparan bagi Timnas kita. Kalo di kawasan paling sempit (ASEAN) saja kita tak bisa menyaingi Vietnam (JUARA AFF 2008), Thailand, Singapura, dan selalu kesulitan menghadapi Malaysia, bagaimana kita mau menatap lebih jauh lagi untuk bermimpi menjadi Juara Asia mengalahkan adidaya Jepang, Cina, Arab Saudi, dan Iran serta Irak sebagai Juara bertahan event lalu? Bagaimana kita berani bermimpi?? Bahkan untuk bermain di Turnamen sekelas piala dunia pun, aku nggak berani.

Salah siapa kah ini?

Mungkin dalam postinganku kali ini aku tidak mencoba untuk memecahkan masalah, tapi dalam postinganku kali ini aku mencoba untuk meluapkan rasa kecewa dan duka yang ada di jiwa ini. Maap sebelumnya.

Bodoh Bukan Berarti Goblok

6 Comments

Tadi malam, waktu nggak ada kerjaan, aku sempetin blogwalking ke berbagai blog orang lewat mbah google. Berbagai macam bahan bacaan di blog ku sikat. Dari politik, ekonomi, sampai pengembangan diri ku lalap habis. Dan di akhir kegiatan blogwalkingku itu aku menemukan satu artikel yang membuatku termenung. Artikel dari billy cheung yang inspire banget buatku. (http://www.antonhuang.com/ingin-sukses-jadilah-orang-bodoh/#comment-6120)

“Ingin sukses ?? jadilah orang bodoh !!”, itulah judul artikel yang terakhir aku baca itu. Rasanya, pas banget aja dengan apa yang aku alami seakarang ini. Dengan kegagalan yang baru aku alami baru-baru ini, rasanya, artikel Mas billy membuatku bangkit lagi buat nggak menyerah untuk melanjutkan apa yang aku hadapi sekarang ini.

Tentu temen-temen bertanya, apa sih kegagalan yang barusan aku hadapi itu?? hmm..kegagalan yang sangat konyol dan memang nggak pantas buat dibanggain. IP jeblog yang kudapat waktu kuliah semester pertama. Yap. Kegagalanku untuk bisa berprestasi di semester pertama ini gagal karena aku terlalu asik melakukan aktivitas yang tidak ada manfaatnya yaitu bermain.

Tentunya dengan IP jeblog yang aku dapet bukan berarti aku bodoh, tetapi aku mendapatkan nilai yang ‘ajaib’ itu karena kemalasanku mengikuti kuliah sehingga membuat aku nggak bisa ikut ujian di 7 mata kuliah (18 SKS) dan hanya bisa ikut 2 mata kuliah saja (4 SKS). Mencengangkan sekali bukan ??

Point terpenting yang aku dapatkan dari membaca artikel milik mas billy cheung itu adalah try and eror !! Orang bodoh yang dimaksud Mas billy bukan bodoh karena sekolah nggak lulus-lulus, bukan !! tetapi lebih condong ke istilah coba dan gagal, coba trus gagal lagi sampai akhirnya kita mencapai apa yang itu namanya kesempurnaan karena kita bisa belajar dari kegagalan yang sudah kita lakukan berulang-ulang. Dengan belajar dan memperbaikinya dan gagal lagi lalu memperbaikinya, kita tentunya akan belajar buat mencapai titik kesempurnaan bukan ?? mekipun kita sebagai menusia tidak mungkin bisa menjadi manusia yang sempurna karena kesempurnaan itu sejatinya milik Sang Pencipta.

Maka dari itu, kegagalan yang aku alami, nggak bakal membuatku menyerah dan mengeluh pada keadaan. Akan tetapi, kegagalanku pada semester pertama ku ini akan membuat aku semakin terpacu untuk belajar lagi dan menunjukkan kepada diriku sendiri, teman-temanku, dan keluargaku kalo aku bisa menjadi seorang mahasiswa yang berhasil !!! doakan ya …^^v

Melakukan Hal yang Nggak Penting, Tapi Sebenarnya Penting Banget

10 Comments

Kemaren pagi aku melakukan hal yang nggak penting, tapi sebenarnya itu penting banget. Apa itu ?? Mengantri untuk membayar Uang Kuliah !! huff..

Di zaman yang serba canggih sekarang ini mbayar kuliah masih sistem antri kayak gitu ??? huff…
lha mau gimana lagi, itulah resiko kuliah di salah satu PTS di Yogya..hehehehe….ande aja di UGM ya..halah…:p,

Berangkat dari rumah pagi-pagi banget, berusaha untuk datang awal biar nanti nggak antri panjang, eh, sampai di Kampus jam 8 ternyata udah pada stand by semua anak-anak dari berbagai angkatan dan jurusan dah antri panjang di 2 loket yang disediakan. huff….padahal loket nya buka 08.30. Oh God, berarti setengah jam lagi ya ??? Datang sendiri kayak orang ilang, ikut gabung deh ama ank-anak lainnya, dan tahu aku baru membayar jam berapa ??? jam 09.30 bo !! Artinya aku antri selama 1 setengah jam !!!! bujubune !!!! Nasib Nasib…-_-“…

antre panjang

antre panjang

Kangen Main Bola Lagi …

9 Comments

Berlari di tengah lapangan, bergerak mencari ruang kosong, berharap mendapatkan operan dari teman, akhirnya bola lambung mengarah ke badanku, ku kuntrol dengan dada, dan…dash !!..dengan sekali sentuh bola lansung ku tendang ke arah gawang. Sayang bola tidak masuk ke jala gawang karena tendanganku melenceng dari sasaran. Serontak, penonton yang duduk di tribun pun bersama-sama berteriak….”ohhhh !!!” menandakan kecewa bola tendanganku tidak masuk ke Jala gawang lawan dan aku pun memegangi kepalaku sebagai ekspresi kekecewaanku karena membuang peluang untuk membawa kesebelasanku memenangkan pertandingan.

Huff…lama sekali aku tak merasakan kejadian seperti itu. bertanding sepak bola di suatu stadion bertaraf nasional sekelas Stadion Tridadi Semarang (kandang PSIS Semarang). Bemain sebagai gelandang bertahan, menekel lawan untuk bisa merebut bola, saling dorong untuk bisa memenangkan duel udara dengan lawan, dan tentunya yang aku rindukan adalah seremonial saat perayaan gol tim. Kami saling berpelukan, saling tertawa, dan berteriak “GOLLLLL!!!!”

Kangen banget bisa merasakan eurofia itu. Bermain bola dengan membawa nama daerah dan bertanding di hadapan ratusan penonton yang hadir adalah sebuah kebanggaan tersendiri buatku. Rasa nikmat itu terakhir kudapat Mei 2006, beberapa hari sebelum terjadinya gempa hebat di Yogyakarta, saat timku masuk final di sebuah turnamen yang diadakan SMA ku dulu.

Cita-citaku dulu menjadi seorang pemain sepakbola profesional kandas karena posturku yang tidak memenuhi standar pemain sepakbola. Dengan tinggi badan 158 cm, aku dirasa terlalu kecil untuk bisa masuk kancah sepak bola yang semi profesional bahakan profesional.

Terbukti dari ditolaknya aku masuk seleksi Timnas U-15 dulu, saat aku SMP. Saat itu, selain skill pemain, tinggi badan merupakan kriteria utama yang menentukan pemain itu lolos ke seleksi tahap kedua di Jakarta (waktu itu aku seleksi di Semarang). Dengan syarat minimal tinggi badan 170 cm untuk ukuran SMP, aku tentu saja gagal di seleksi tahap pertama. Dan anehnya, memang, yang diterima adalah mereka-mereka dari klub lain yang punya postur jangkung, entah mereka curi umur atau tidak, hanya Tuhan yang tahu.

Itu lah salah satu sebab aku sekarang tidak bercita-cita lagi menjadi seorang pemain sepak bola profesional, bermain di klub sekelas Arema Malang, PSIS Semarang, atau PSM Makasar, 3 klub impianku dulu.

Dari pengalamanku yang pernah merasakan pembinaan sepak bola di Indonesia selama 6 tahun (tahun 1999-2004), aku memandang olahraga sepak bola di Indonesia tidak sehat. Maksudnya tidak sehat di sini misal saja seperti apa yang aku contohkan di atas tadi. Tanpa bermaksud dendam atau apa, aku melihat mereka-mereka yang lolos seleksi, ada beberapa dari mereka yang tidak ikut seleksi tapi lolos. Denger-denger nih, mereka menggunakan kekuatan uang untuk bisa meloloskan mereka ke seleksi babak selanjutnya di Jakarta, alias nyogok.

Tidak Cuma itu, dalam setiap turnamen, mungkin temen-temen bisa lihat sendiri di tayangan televisi. Saat liga Indonesia berlangsung. Banyak kejadian-kejadian memalukan yang terjadi, kita disuguhi wasit yang dikejar-kejar pemain, wasit yang dipukuli pemain. Itu terjadi karena salah satu tim merasa dirugikan, itu menegaskan wasit yang memimpin pertandingan itu berat sebelah. Trus kenapa wasit itu berat sebelah ?? ya apa lagi alasannya kalo nggak disuap.

Hmm…mungkin pendapatku ini terlalu dangkal dan nggak kuat, tapi memang, aku sangat prihatin dengan perkembangan sepekbola di negeri kita ini. melihat tadi malam tim merah putih bertanding di kualifikasi Piala Asia melawan Australia saja, rasanya miris karena kualitas tim kita masih jauh dari apa yang kita semua harapkan, meskipun hasil akhir seri 0-0.

Apa yang salah??? Karena aku merasakan dan pernah mengalaminya waktu di bina di salah satu SSB di Semarang, jelas itu karena proses pembinaan. Lagi-lagi permasalahan kembali padi poros masalah, Pemerintah !!! terutama KONI yang merupakan induk olahraga nasional.

Ahh..sudahlah basa-basiku ini, biarlah itu menjadi urusan mereka yang di atas sana, sekarang aku Cuma bisa menikmati perkembangan sepakbola dari koran dan televisi. Sesekali bermain bola dengan teman-temanku meski itu Cuma just fun dan nggak ada penontonnya. Meskipun sekarang sudah tidak bercita-cita menjadi seorang pesepak bola Profesioanal seperti Firman Utina dan Budi Sudarsono, :D, aku bakal tetap mencintai sepak bola karena dari sepak bola lah aku sekarang bisa seperti ini. Maju terus Sepak bola Indonesia !!!!!

Egoistiss !!!

Leave a comment

‘Jadilah Manusia Yang Bermanfaat’

Mungkin kalimat itu sudah nggak asing lagi didenger temen-temen. Manusia hidup di dunia ini memang harus bermanfaat. Berusaha untuk selalu berguna dimana pun dia berada. Dari bermanfaat di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun negara.

Opiniku tentang manusia yang bermanfaat itu mungkin masih dangkal, tapi kata-kata jadilah manusia yang bermanfaat itu sampai sekarang masih mengganggu pikiranku.

Bercermin melihat diriku sendiri, rasanya bertolak belakang sekali dengan kalimat pertama di atas tadi. Aku melihat diriku sendiri rasanya malu. Entah kenapa akhir-akhir ini, aku nggak bisa membuat lingkungan disekitarku menjadi ‘nyaman’ karena kehadiranku. Nyaman dalam artian dimudahkan pekerjaannya dengan adanya aku disamping mereka.

Tapi kenyataannya, rasanya,aku malah menjadi pengrusuh hidup mereka. Aku berpendapat seperti itu karena aku melihat apa yang aku lakukan tidak mencermikan sikap kooperatif atau saling membantu. Aku masih terlalu mementingkan diriku sendiri sehingga membuatku cuek dengan keadaan sekitarku.

Itu bisa dilihat dari malasnya aku ketika kakakku ingin aku melakukan sesuatu. Misal saja, membelikan makanan untuknya. Aku terlalu egois sehingga aku ogah-ogahan buat keluar rumah dan rela-relain menunggu makanan atau apalah. Egois bukan??

Memang, contoh tadi merupakan salah satu contoh sepele, tapi kalo hal yang kecil seperti itu saja aku dah ogah-ogahan, gimana hal yang besar, mungkin seperti membantu korban bencana. Ahh..kalo yang deket-deket aja aku nggak bermanfaat bagaimana aku bisa tulus ikhlas buat menjadikan diriku bermanfaat diluar sana?? Huff..

Entah sampai kapan aku seperti ini. Aku termasuk tipe orang yang suka-suka. Suka-suka aku donk aku mau ngelakuin apa, suka-suka aku donk aku mau ngasih apa, dan suka-suka lainnya. Arrgh..

Sebenarnya benci juga dengan sifat yang seperti ini, pinginnya sih ku buang ke laut aja ni sifat!! Tapi nggak mungkin kan??
Huff..

Jadi mungkin ini adalah pembahasan yang nggak ada jawabannya karena aku sendiri nggak bisa menjawabnya. Mungkin temen-temen mau ngasih saran supaya aku bisa menghilangkan sifat egoisku itu?? Huff

Gagal Hunting

4 Comments

Huahmm..pagi buta tadi, dengan mata yang masih berat banget karena belum tidur, aku brangkat ke kawasan 0 km yogya buat hunting. Kali ini, apa yang aku mau poto nggak seperti biasanya.

Biasanya dalam setiap huntinganku, aku pergi ke suatu kawasan, trus di sana jalan muter-muter dari ujung ke ujung buat nyari obyek yang sekiranya ‘bagus’ buat difoto. Nah, pagi tadi aku pergi ke satu tempat, yang aku ke sana cuma berniat capture satu poto aja. Di satu tempat itu aku harap bisa mendapatkan moment yang kuingini.

Sampai di kawasan 0 km jam stngah 6 pagi, aku berdiri nunggu sekitar satu jam lamanya. Aku di sana nunggu datangnya moment. Dalam bayanganku format foto ku buat lanskap, trus dinding sebagian terkena sinar matahari pagi yang masih lembut yang nantinya membuat shadow, trus ada ibu-ibu dengan pakaian tradisionalnya berjalan menuju pasar.

Hua hua..tapi sialnya, nunggu satu jam lamanya, aku nggak dapet apa yang kuinginkan.

walk

walk

walk 2

walk 2


Foto di atas adalah hasil jepretanku paling mentok, masalahnya nggak ada moment yang pas bro. Jarang banget orang lewat, yawda, seadanya aja.

soto ayam depan  RS pku muhammadiyah

soto ayam depan RS pku muhammadiyah

Agak nggak puas dengan hasil jepretanku tadi, aku melampiaskannya dengan makan soto Murah meriah. Hahaha. Soto di depan Rumah sakit PKU Muhammadiyah ini cuma seharga Rp 5.000, – aja jack. Satu mangkok soto ditambah sesunduk sate ayam.

sepiring soto ayam

sepiring soto ayam

Hmm..nikmat..lumayan lah hari ini walau tak bisa menghasilkan foto yang baik, tp perut ini bisa makan makanan yang murah dan berkualitas. Alah..:-P
Yawdah deh, skian dulu ya postingan kali ini.
Hmm..besok sore rencana mau hunting ke Pasar Ngasem Jogja, huhuhu..smoga aja nggak hujan, aminn..kan kalo nggak ujan aku bisa hunting dan bisa cerita lagi di blogku ini..he5..thx ia dah mbaca postinganku dan blogku ini..^.^v..

Older Entries